Sejumlah wisatawan menikmati perjalanan mereka dengan menggunakan mobil jip pada reli wisata di kawasan Gunung Merapi, Yogyakarta, 12 November 2015. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Klaten mengingatkan untuk tetap mewaspadai ancaman lahar hujan Merapi serta terjadinya longsor selama musim hujan. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

Sejumlah wisatawan menikmati perjalanan mereka dengan menggunakan mobil jip pada reli wisata di kawasan Gunung Merapi, Yogyakarta, 12 November 2015. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta mengimbau masyarakat agar tidak khawatir dan tetap tenang. Sebab, sampai saat ini status Gunung Merapi masih tetap aktif normal. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

Sejumlah wisatawan menggunakan mobil jip melintasi anak sungai pada reli wisata di kawasan Gunung Merapi, Yogyakarta, 12 November 2015. Gempa kembali mengguncang Yogyakarta kemarin, 11 November 2015 sekitar pukul 18.45 WIB. Namun gempa tektonik berkekuatan 5,6 Skala Richter ini belum mempengaruhi aktivitas Gunung Merapi. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

Sejumlah truk penambang pasir beraktivitas di jalur aliran lahar Gunung Merapi di Sungai Woro, Balerante, Klaten, Jawa Tengah, 12 November 2015. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Klaten mengingatkan kepada penambang pasir untuk tetap mewaspadai ancaman lahar hujan Merapi serta terjadinya longsor selama musim hujan. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

Sejumlah truk penambang pasir beraktivitas di jalur aliran lahar Gunung Merapi di Sungai Woro, Balerante, Klaten, Jawa Tengah, 12 November 2015. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta mengimbau masyarakat agar tidak khawatir dan tetap tenang. Sebab, sampai saat ini status Gunung Merapi masih tetap aktif normal. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

Sejumlah truk penambang pasir beraktivitas di jalur aliran lahar Gunung Merapi di Sungai Woro, Balerante, Klaten, Jawa Tengah, 12 November 2015. Gempa kembali mengguncang Yogyakarta kemarin, 11 November 2015 sekitar pukul 18.45 WIB. Namun gempa tektonik berkekuatan 5,6 Skala Richter ini belum mempengaruhi aktivitas Gunung Merapi. ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho