Seorang polisi terluka saat bentrok dengan pengunjuk rasa yang memprotes penyelenggaraan konferensi tingkat tinggi (KTT) APEC, di Manila, Filipina, 19 November 2015. Mereka menyerukan pembubaran APEC, menuduh blok perdagangan itu menyalahgunakan negara-negara miskin. REUTERS/Cheryl Gagalac

Refleksi wajah aktivis perempuan di tameng polisi saat unjuk rasa memprotes Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Manila, Filipina, 19 November 2015. Rancangan deklarasi para pemimpin negara di KTT APEC isinya mengecam keras semua tindakan teror dan menekankan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kerjasama dan solidaritas internasional dalam memerangi terorisme. AP/Lino Escandor

Polisi menyemprotkan air ke arah pengunjuk rasa yang akan menerobos tempat Konferensi Tingkat Tinggi Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (KTT APEC), di Manila, Filipina, 19 November 2015. Pengunjuk rasa menuding APEC mengekspoitasi negara miskin dan menguntungkan negara besar. REUTERS/Cheryl Gagalac

Pengunjuk rasa bentrok dengan polisi di dekat tempat konferensi tingkat tinggi (KTT) APEC, di Manila, Filipina, 19 November 2015. Mereka menyerukan pembubaran APEC, menuduh blok perdagangan itu menyalahgunakan negara-negara miskin. AP Photo/Wally Santana

Polisi menghadang pengunjuk rasa yang akan menerobos tempat konferensi tingkat tinggi (KTT) APEC, di Manila, Filipina, 19 November 2015. Rancangan deklarasi para pemimpin negara di KTT APEC isinya mengecam keras semua tindakan teror dan menekankan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kerjasama dan solidaritas internasional dalam memerangi terorisme. REUTERS/Edgar Su

Pengunjuk rasa membakar patung elang simbol Amerika Serikat sebagai protes atas globalisasi imperialis di dekat tempat konferensi tingkat tinggi Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (KTT APEC), di Manila, Filipina, 19 November 2015. Pengunjuk rasa menuding APEC mengekspoitasi negara miskin dan menguntungkan negara besar. REUTERS/Cheryl Gagalac