Personel drum band Al-Irsyad unjuk kebolehan usai Apel Akbar Santri Bela Negara di Dermaga Ujung, Makoarmatim, Surabaya, Jawa Timur, 23 November 2015. ANTARA/M Risyal Hidayat

Santri peserta pelayaran bela negara bersiap menaiki KRI Banda Aceh-593 di Markas Komando Lintas Laut Militer, Tanjung Priok, Jakarta, 21 November 2015. Pelatihan bela negara ini berlangsung tanggal 20-26 November 2015 baik di atas kapal maupun di kota yang disinggahi. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj (keempat kanan) berjalan seusai melepas pelayaran santri bela negara di Tanjung Priok, Jakarta, 21 November 2015. Program itu terjalin berkat kerjasama antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Mabes TNI. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Santri yang mengikuti pelayaran bela negara meneriakkan yel-yel di Markas Komando Lintas Laut Militer, Tanjung Priok, Jakarta, 21 November 2015. Pelayaran Santri Bela Negara diikuti sekitar 808 santri dari berbagai sekolah di Indonesia. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj (kanan) memberikan arahan kepada santri yang akan mengikuti pelayaran bela negara di Markas Komando Lintas Laut Militer, Tanjung Priok, Jakarta, 21 November 2015. Pelayaran Santri Bela Negara bertujuan untuk memberikan penanaman rasa cinta tanah air kepada para santri sebagai upaya memperkuat wawasan nusantara dan kemaritiman nasional. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Defile santri usai apel akbar Santri Bela Negara di Dermaga Ujung, Makoarmatim, Surabaya, Jawa Timur, 23 November 2015. Para santri mengikuti pelayaran Santri Bela Negara dengan rute Jakarta-Surabaya-Jakarta, menaiki KRI Banda Aceh-593. ANTARA/M Risyal Hidayat