Seniman asal Papua dilukis tubuhnya dan menari di antara mesin giling di bangunan bekas pabrik gula Colomadu, Solo, 22 November 2015. Acara yang digagas Sardono W. Kusumo itu mengajak penonton menjelajahi sejarah masa kejayaan pabrik gula. TEMPO/Ahmad Rafiq

Sejumlah seniman berkolaborasi dalam pertunjukan Fabriek Fikr di antara mesin giling di bangunan bekas pabrik gula Colomadu, Solo, 22 November 2015. Acara yang digagas Sardono W. Kusumo itu mengajak penonton menjelajahi sejarah masa kejayaan pabrik gula. TEMPO/Ahmad Rafiq

Seniman asal Papua dilukis tubuhnya dan menari di antara mesin giling di bangunan bekas pabrik gula Colomadu, Solo, 22 November 2015. Acara yang digagas Sardono W. Kusumo itu mengajak penonton menjelajahi sejarah masa kejayaan pabrik gula. TEMPO/Ahmad Rafiq

Dua penari wanita menyajikan tarian karya Asri Kusuma Wardani di antara mesin giling di bangunan bekas pabrik gula Colomadu, Solo, 22 November 2015. Acara yang digagas Sardono W. Kusumo itu mengajak penonton menjelajahi sejarah masa kejayaan pabrik gula. TEMPO/Ahmad Rafiq

Seniman Tony Broer melakukan pertunjukan seni dengan tubuhnya berlumur lumpur di antara mesin giling di bangunan bekas pabrik gula Colomadu, Solo, 22 November 2015. Acara yang digagas Sardono W. Kusumo itu mengajak penonton menjelajahi sejarah masa kejayaan pabrik gula. TEMPO/Ahmad Rafiq

Seorang penari wanita menyajikan tarian karya Asri Kusuma Wardani di antara mesin giling di bangunan bekas pabrik gula Colomadu, Solo, 22 November 2015. Acara yang digagas Sardono W. Kusumo itu mengajak penonton menjelajahi sejarah masa kejayaan pabrik gula. TEMPO/Ahmad Rafiq