Petugas menunjukkan kuda laut saat pemusnahan barang bukti kejahatan hewan liar di Lapangan Mako Markas Besar Kepolisian Jakarta, 1 Desember 2015. Barang bukti yang dimusnahkan adalah daging penyu seberat 79 kg, perisai punggung penyu seberat 350 kg, tanduk rusa sambar 85 kg, dan kuda laut kering 90 ekor dengan nilai keseluruhan kisaran 1 miliar rupiah. TEMPO/Amston Probel

Petugas menghancurkan tanduk rusa dengan alat berat saat pemusnahan barang bukti kejahatan hewan liar di Lapangan Mako Markas Besar Kepolisian Jakarta, 1 Desember 2015. Barang bukti yang dimusnahkan adalah daging penyu seberat 79 kg, perisai punggung penyu seberat 350 kg, tanduk rusa sambar 85 kg, dan kuda laut kering 90 ekor dengan nilai keseluruhan kisaran 1 miliar rupiah. TEMPO/Amston Probel

Petugas memperlihatkan karapas penyu saat pemusnahan barang bukti kejahatan hewan liar di Lapangan Mako Markas Besar Kepolisian Jakarta, 1 Desember 2015. Barang bukti yang dimusnahkan adalah daging penyu seberat 79 kg, Perisai pnggung penyu seberat 350 kg, tanduk rusa sambar 85 kg, dan kuda laut kering 90 ekor dengan nilai keseluruhan kisaran 1 miliar rupiah. TEMPO/Amston Probel

Petugas membakar tanduk rusa saat pemusnahan barang bukti kejahatan hewan liar di Lapangan Mako Markas Besar Kepolisian Jakarta, 1 Desember 2015. Barang bukti yang dimusnahkan adalah daging penyu seberat 79 kg, perisai punggung penyu seberat 350 kg, tanduk rusa sambar 85 kg, dan kuda laut kering 90 ekor dengan nilai keseluruhan kisaran 1 miliar rupiah. TEMPO/Amston Probel

Sejumlah tanduk rusa diletakkan untuk dimusnahkan saat pemusnahan barang bukti kejahatan hewan liar di Lapangan Mako Markas Besar Kepolisian Jakarta, 1 Desember 2015. Barang bukti yang dimusnahkan adalah daging penyu seberat 79 kg, perisai punggung penyu seberat 350 kg, tanduk rusa sambar 85 kg, dan kuda laut kering 90 ekor dengan nilai keseluruhan kisaran 1 miliar rupiah. TEMPO/Amston Probel

Kabareskrim, Komisaris Jenderal Anang Iskandar (kiri) melakukan pemusnahan barang bukti hewan langka senilai Rp 1 miliar di halaman Mabes Polri, Jakarta, 1 Desember 2015. TEMPO/Avit Hidayat