Pengendara motor melintas di padang sabana Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur. BPBD Malang sudah membagikan masker kepada warga yang tinggal di dekat Gunung Bromo untuk mengantisipasi abu vulkanik bromo. ANTARA/Umarul Faruq

Wisatawan melintas di depan papan peringatan status siaga Gunung Bromo di Cemoro Lawang, Probolinggo, Jawa Timur, 6 Desember 2015. PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius 2,5 kilometer karena dikhawatirkan kandungan belerang yang pekat akan mengganggu pernapasan. ANTARA/M Risyal Hidayat

Sebuah rambu larangan naik ke kawah Bromo terpasang di padang sabana Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur. Aktivitas vulkanis Gunung Bromo dilaporkan meningkat sejak 12 November 2015. Peningkatan aktivitas ditandai dengan kenaikan gempa tremor serta perubahan secara visual. ANTARA/Umarul Faruq

Petugas mengukur amplitudo maksimal (amak) pada alat seismograf, di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PMVBG), Pos Pengamatan Gunung Bromo, Cemorolawang, Ngadisari, Probolinggo, Jawa Timur, 6 Desember 2015. Ketika statusnya naik menjadi Siaga pada Jumat (4/12), aktivitas gempa tremor berlangsung terus menerus dengan amplitudo maksimum berkisar 3 hingga 12 milimeter dengan dominasi 5 milimeter. ANTARA/M Risyal Hidayat

Pengunjung mendokumentasi abu vulkanik dari Gunung Bromo di Cemoro Lawang, Probolinggo, Jawa Timur, 6 Desember 2015. PVMBG menaikkan status Gunung Bromo dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) sejak 4 Desember 2015 pukul 14.00 WIB. ANTARA/M Risyal Hidayat

Wisatawan beraktifitas dengan latar belakang abu vulkanik dari Gunung Bromo di Cemoro Lawang, Probolinggo, Jawa Timur, 6 Desember 2015. Akibat meningkatnya aktivitas gempa tremor, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menaikan status gunung bromo menjadi siaga sejak Jumat (4/12) pukul 14.00 WIB. ANTARA/M Risyal Hidayat