Sejumlah peserta aksi memainkan alat musik saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta, 8 Desember 2015. Aksi tersebut mengangkat beberapa isu seputar kekecewaan masyarakat terhadap kinerja wakil rakyat dengan judul "Bersihkan DPR" sekaligus merayakan Hari Antikorupsi Se-dunia. ANTARA FOTO/M. Ali. Wafa

Sejumlah peserta aksi dari Koalisi Masyarakat Antikorupsi membawa atribut saat mengelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta, 8 Desember 2015. Aksi tersebut mengangkat beberapa isu seputar kekecewaan masyarakat terhadap kinerja wakil rakyat dengan judul "Bersihkan DPR" sekaligus merayakan Hari Antikorupsi Se-dunia. ANTARA FOTO/M. Ali. Wafa

Sejumlah wanita peserta aksi dari Koalisi Masyarakat Antikorupsi memegang poster berisi pesan terkait korupsi saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta, 8 Desember 2015. Aksi tersebut mengangkat beberapa isu seputar kekecewaan masyarakat terhadap kinerja wakil rakyat dengan judul "Bersihkan DPR" sekaligus merayakan Hari Antikorupsi Se-dunia. ANTARA FOTO/M. Ali. Wafa

Sejumlah peserta aksi memasang spanduk besar di pagar Gedung DPR saat melakukan aksi peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Jakarta, 8 Desember 2015. TEMPO/Aditia Noviansyah

Seorang wanita peserta aksi menyampaikan orasi di Massa dari pegiat anti korupsi saat berunjukrasa di depan Gedung DPR, Jakarta, 8 Desember 2015. Dalam aksinya massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Antikorupsi meminta Ketua DPR RI, Setya Novanto meminta maaf kepada rakyat Indonesia dan berani mengundurkan diri dari jabatannya terkait kasus pencatutan nama presiden. TEMPO/Aditia Noviansyah