Menperin Saleh Husin (kedua kiri) didampingi Dirut Pertamina Dwi Soetjipto (kedua kanan) meninjau proses produksi pelumas Pertamina saat meresmikan Production Unit Jakarta (PUJ) Pertamina Lubricants di Jakarta, 11 Desember 2015. Pertamina Lubricants resmi mengoperasikan pabrik pelumas terintegrasi terbesar di Asia Tenggara. TEMPO/Tony Hartawan

Menperin Saleh Husin (ketiga kiri) didampingi Dirut Pertamina Dwi Soetjipto (kanan) dan Dirut Pertamina Lubricants Gigih Wahyu Hari Irianto (kiri) meninjau PUJ Pertamina Lubricants di Jakarta, 11 Desember 2015. Pabrik pelumas ini memiliki kapasitas total 270 juta liter per tahun. TEMPO/Tony Hartawan

Aktivitas produksi oli di Production Unit Jakarta (PUJ) Pertamina Lubricants di Jakarta, 11 Desember 2015. Pertamina Lubricants merupakan anak usaha dari Pertamina. TEMPO/Tony Hartawan

Menteri BUMN Rini Soemarno (ketiga kanan), Menperin Saleh Husin (kedua kanan), Dirut Pertamina Dwi Soetjipto (kanan), Direktur Pemasaran Ahmad Bambang (kedua kiri) menunjukkan maket PUJ Pertamina Lubricants, Jakarta, 11 Desember. Pelumas untuk mesin kendaraan berbahan bakar biodiesel itu memiliki kandungan 20 persen bahan bakar nabati. TEMPO/Tony Hartawan

Pekerja tengah mengecek tangki penampung oli di Production Unit Jakarta (PUJ) Pertamina Lubricants di Jakarta, 11 Desember 2015. Pelumas yang dihasilkan merupakan produk dari pabrik pencampuran pelumas atau Lube Oil Blending Plant (LOBP). TEMPO/Tony Hartawan

Aktivitas produksi oli di Production Unit Jakarta (PUJ) Pertamina Lubricants di Jakarta, 11 Desember 2015. Pelumas buatan Pertamina Lubricants diharapkan mampu bersaing di pasar Asia Tenggara. TEMPO/Tony Hartawan