Seorang bocah mengangkut durian yang dipanen di hutan sekitar kampung suku Baduy, di Kampung Gajebo, Banten, 12 Desember 2015. Untuk mengangkut durian dari hutan hingga ke luar Desa Ciboleger, anak-anak Baduy Luar ini diupah Rp 500 per buahnya. Dalam sehari mereka bisa mendapat Rp 25.000. TEMPO/Charisma Adristy

Beberapa ikat buah durian yang dijajakan di kampung suku Baduy, di Kampung Gajebo, Banten, 12 Desember 2015. Harga durian ini cukup terjangkau, Rp 15.000 per buahnya dan dapat lebih murah lagi jika dibeli secara grosir. TEMPO/Charisma Adristy

Seorang anak mengangkut durian yang dipanen di hutan sekitar kampung suku Baduy, di Kampung Gajebo, Banten, 12 Desember 2015. Dengan upah angkut Rp 500 per buahnya, anak-anak Baduy Luar ini dapat memperoleh penghasilan Rp 25.000 dalam sehari. TEMPO/Charisma Adristy

Pengunjung membelah durian yang dijual di kampung suku Baduy, di Kampung Gajebo, Banten, 12 Desember 2015. Bagi pecinta durian, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk berkunjung ke desa Ciboleger, Baduy. TEMPO/Charisma Adristy

Pengunjung mencicipi durian yang dipanen di hutan sekitar kampung suku Baduy, di Kampung Gajebo, Banten, 12 Desember 2015. Musim panen buah durian menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke desa Ciboleger, Baduy. TEMPO/Charisma Adristy

Beberapa ikat buah durian dijajakan di kampung suku Baduy, di Kampung Gajebo, Banten, 12 Desember 2015. Akhir tahun menjadi waktu yang tepat bagi para pecinta durian yang ingin menikmati durian dengan suasana pedesaan di kampung suku Baduy. TEMPO/Charisma Adristy