Ratusan warga Yogyakarta dan Paguyuban Pedagang Kaki Lima menggelar pesta tumpeng di depan pasar Beringharjo, Yogyakarta, Rabu (10/10). TEMPO/Suryo Wibowo

Pesta tumpeng ini merupakan wujud syukur warga setelah dilantiknya Sri Sultan Hamengkubuwono X sebagai Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2012-2017 sesuai yang telah diatur dalam UU no. 13/2012 tentang Keistimewaan Yogyakarta. TEMPO/Suryo Wibowo

Selama ini, perjuangan untuk mendapatkan Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta penuh jalan berliku selama lebih dari sepuluh tahun. Perdebatannya pun alot. Sultan menganggap itu semua sebagai bagian dari sejarah. TEMPO/Suryo Wibowo

Warga Kraton Yogyakarta menonton siaran langsung pelantikan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X melalui televisi di Pagelaran Kraton, Yogyakarta, Rabu (10/10). TEMPO/Suryo Wibowo

Sultan menyatakan, pemindahan lokasi pelantikan, dari yang direncanakan sebelumnya di Keraton Yogyakarta menjadi di Istana Gedung Agung, bukanlah motif pemerintah pusat untuk tidak menghargai tradisi Yogyakarta. TEMPO/Suryo Wibowo

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Gubernur Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X menjaga 11 sasaran pembangunan yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. TEMPO/Suryo Wibowo