Sejumlah prajurit Angkatan Laut Filipina di depan Kapal Perang Strategic Sealift Vessel (SSV)-1 saat peluncuran di Galangan Kapal PT PAL Indonesia, Tanjung Perak, Surabaya, 18 Januari 2016. Kapal SSV tersebut merupakan kapal perang perdana yang diekspor Indonesia. ANTARA/Zabur Karuru

Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR)-1 di Galangan Kapal PT PAL Indonesia saat peluncurannya, di Tanjung Perak, Surabaya, 18 Januari 2016. Kapal yang dikenal dengan sebutan PKR 10514 ini merupakan kapal light frigate multi peran yang canggih pesanan Kementrian Pertahanan Indonesia. ANTARA/Zabur Karuru

Kapal Perang Strategic Sealift Vessel (SSV)-1 saat peluncuran di Galangan PT PAL Indonesia, Tanjung Perak, Surabaya, 18 Januari 2016. Kapal ini mampu mengangkut 500 pasukan, tiga helikopter, 2 kapal pendarat 23 meter, 4 tank amphibi, 5 truk, dan kendaraan taktis. ANTARA/Zabur Karuru

Dari kiri: Menteri Pertahanan Filipina Voltaire T Gazmin, KSAL Laksamana TNI Ade Supandi, Menko Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli, Dirut PT PAL Indonesia M Firmansyah, dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meresmikan peluncuran Kapal Perang Strategic Sealift Vessel (SSV)-1 di Surabaya, 18 Januari 2016. ANTARA/Zabur Karuru

Dari kiri: KSAL Laksamana TNI Ade Supandi, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menko Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli, dan Menteri Pertahanan Filipina Voltaire T Gazmin memberikan keterangan pers usai peluncuran Kapal Perang SSV-1 di Galangan Kapal PT PAL Indonesia, Surabaya, 18 Januari 2016. ANTARA/Zabur Karuru

Pastor asal Filipina memberkati Kapal Perang Strategic Sealift Vessel (SSV)-1 bernama Tarlac, pada saat peluncuran di Galangan Kapal PT PAL Indonesia, Tanjung Perak, Surabaya, 18 Januari 2016. ANTARA/Zabur Karuru