Petugas SAR berjaga di depan kereta Api Prambanan Ekspress yang terguling di dusun Krajan, kelurahan Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, (23/10). TEMPO/Suryo Wibowo.

Teknisi PT. KAI melakukan persiapan evakuasi bangkai kereta Api Prambanan Ekspress yang terguling di dusun Krajan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, (23/10). TEMPO/Suryo Wibowo.

Petugas PT. KAI mengecek kondisi kereta api Prambanan Ekspress yang terguling di dusun Krajan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, (23/10). TEMPO/Suryo Wibowo.

Petugas kepolisian mengecek kondisi kereta api Prambanan Ekspress yang terguling di dusun Krajan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, (23/10). TEMPO/Suryo Wibowo.

Sebagian penumpang kereta Api Prambanan Ekspress yang terguling menunggu di truk angkutan yang disediakan di dusun Krajan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, (23/10). TEMPO/Suryo Wibowo.

Siti Hanifah (31 tahun) bertemu dengan bayi nya Hatta Kurnia (5 bulan) saat dirawat akibat tergulingnya kereta api Prambanan Ekspress di Sleman, Yogyakarta, (23/10). Kejadian ini menyebabkan 43 orang luka ringan dan berat. TEMPO/Suryo Wibowo.