Dua warga eks-Gafatar berunjukrasa menolak dipulangkan di tempat penampungan di Detasemen Pembekalan dan Angkutan Kodam XII/Tanjung Pura di Pontianak, Kalimantan Barat, 22 Januari 2016. Mereka menolak dipulangkan karena tidak mau meninggalkan lahan pertanian mereka. ANTARA/Jessica Helena Wuysang

Sejumlah eks-Gafatar berunjukrasa menolak dipulangkan di tempat penampungan di Pontianak, Kalimantan Barat, 22 Januari 2016. Mereka juga sudah tidak lagi punya harta benda di daerah asal karena telah habis dijual untuk membeli lahan pertanian di Kalimantan Barat. TEMPO/Aseanty Pahlevi

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kanan) menghibur warga eks-Gafatar di Detasemen Pembekalan dan Angkutan Kodam XII/Tanjung Pura di Pontianak, Kalimantan Barat, 22 Januari 2016. Sebanyak 2.391 warga eks-Gafatar dari Kalbar akan segera dipulangkan ke daerah asal. ANTARA/Jessica Helena Wuysang

Kolase foto dari anak warga eks-Gafatar di tempat penampungan di di Detasemen Pembekalan dan Angkutan Kodam XII/Tanjung Pura di Pontianak, Kalimantan Barat, 22 Januari 2016. Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kalbar menyatakan bahwa dibutuhkan adanya terapi untuk memulihkan ratusan anak warga eks-Gafatar. ANTARA/Jessica Helena Wuysang

Mensos Khofifah Indar Parawansa (kiri) berbincang dengan warga eks-Gafatar di Detasemen Pembekalan dan Angkutan Kodam XII/Tanjung Pura di Pontianak, Kalimantan Barat, 22 Januari 2016. Warga eks-Gafatar dipulangkan dengan menggunakan pesawat dan dua kapal perang TNI AL. ANTARA/Jessica Helena Wuysang

Polisi wanita menggendong anak warga eks-Gafatar di Detasemen Pembekalan dan Angkutan Kodam XII/Tanjung Pura di Pontianak, Kalimantan Barat. TEMPO/Aseanty Pahlevi