Istri mendiang Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid (tengah) bersama anak-anaknya dari kiri, Alissa Qotrunnada Munawaroh, Zannuba Arifah Chafsoh, Anita Hayatunnufus dan Innayah Wulandari berfoto bersama dalam peresmian rumah pergerakan Gus Dur di Taman Amir Hamzah, Pegangsaan, Jakarta, 24 Januari 2016. Dalam peresmian ini juga digelar "Gus Dur Award 2015." TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Istri mendiang Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid (kanan) berbincang dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok), dalam peresmian rumah pergerakan Gus Dur di Jakarta, 24 Januari 2016. Dalam kesempatan ini, Gus Dur Award diberikan kepada Ahok, Totok Mendut dan Mustofa Bisri. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Shinta Nuriyah Wahid (kanan), menyerahkan Gus Dur Award kepada Gubernur Basuki Tjahja Purnama (kedua kiri) dan Totok Mendut (kiri) dalam acara peresmian rumah pergerakan Griya Gus Dur di Jakarta, 24 Januari 2016. Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas kiprah dan kontribusi yang sejalan dengan pemikiran dan keteladanan Gus Dur. ANTARA/Reno Esnir

Istri mendiang Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid (tengah) menyerahkan penghargaan Gus Dur Award kepada Mustofa Bisri dalam peresmian rumah pergerakan Gus Dur di Jakarta, 24 Januari 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Putri dari Presiden Keempat Indonesia K.H Abdurrahman Wahid, Inayah Wahid (kiri) melihat foto ayahnya saat peresmian rumah pergerakan Griya Gus Dur di Jakarta, 24 Januari 2016. Griya ini merupakan upaya meneruskan nilai dan pemikiran yang dimiliki mendiang Gus Dur. ANTARA/Reno Esni

Seorang warga melihat foto-foto di rumah pergerakan Griya Gus Dur saat peresmian rumah pergerakan tersebut di Jakarta, 24 Januari 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho