Seorang anak warga eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) berada dalam bus setelah turun dari KRI Teluk Bone 511 di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, 28 Januari 2016. Setelah itu, pemerintah daerah wajib mengambil para pengungsi yang ditampung, baik di Taman Wiladhatika maupun di Wisma Haji Cibubur. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

Anak dari warga eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dievakuasi turun dari KRI Teluk Bone 511 saat merapat di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, 28 Januari 2016. Pemerintah telah meminjam dua tempat, yakni Wisma Haji Pondok Gede dan Taman Wiladhatika Cibubur untuk menampung sementara eks anggota Gafatar yang dipulangkan dari Kalimantan Barat. Mereka akan ditampung di kedua tempat tersebut selama tiga hari. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

Marinir TNI AL menggendong warga eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang kelelahan setelah menempuh perjalanan dengan KRI Teluk Bone 511 saat merapat di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, 28 Januari 2016. Trauma healing akan diberikan karena ada kemungkinan mereka masih trauma. Sebab, rumah mereka dibakar dan pindah tempat secara mendadak. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

Warga eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) kelelahan setelah menempuh perjalanan dengan KRI Teluk Bone 511 saat merapat di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, 28 Januari 2016. Eks anggota Gafatar akan didata dan diberi pendampingan. Selain itu, mereka akan diberikan layanan konseling, pembinaan deradikalisasi dan Trauma healing. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

KRI Teluk Bone 511 yang mengangkut warga eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) saat akan merapat di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, 28 Januari 2016. Pemerintah memastikan bakal memberikan layanan konseling bagi eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang dipulangkan ke kota asalnya. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

Marinir TNI AL menggendong anak warga eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) saat turun dari KRI Teluk Bone 511 di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, 28 Januari 2016. Sebanyak 824 warga eks Gafatar dipulangkan dari Pontianak ke Jakarta, untuk kemudian dikembalikan ke daerah masing-masing. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo