Seorang penari mengenakan topeng badut dalam pesta sunat di Desa Wisata Margacinta, Kecamatan Cijulang, Pangandaran, Jawa Barat, 31 Januari 2016. Seni yang disebut Buhun Angklung Badud merupakan kesenian otentik Pangandaran yang mulai bangkit dari kepunahan dengan mulai dikenalkannya desa wisata ini. TEMPO/Prima Mulia

Sejumlah anak ikut mengarak para pemain Angklung Badud keliling desa untuk memeriahkan pesta khitanan di Desa Wisata Margacinta, Kecamatan Cijulang, Pangandaran, Jawa Barat, 31 Januari 2016. TEMPO/Prima Mulia

Topeng babi yang dipakai dalam kesenian Angklung Badud di Desa Wisata Margacinta, Kecamatan Cijulang, Pangandaran, Jawa Barat, 31 Januari 2016. Karakter badut atau binatang merupakan salah satu ciri dari kesenian ini yang biasa untuk memeriahkan pesta di Pangandaran. TEMPO/Prima Mulia

Seniman Angklung Badud memainkan alat musik tradisional saat menjemput pengantin sunat di Desa Wisata Margacinta, Kecamatan Cijulang, Pangandaran, Jawa Barat, 31 Januari 2016. TEMPO/Prima Mulia

Seorang anak yang baru disunat diarak dengan karakter binatang dalam kesenian Angklung Badud di Desa Wisata Margacinta, Kecamatan Cijulang, Pangandaran, Jawa Barat, 31 Januari 2016. Angklung Badud merupakan kesenian asli Pangandaran yang saat ini giat dilestarikan di Margacinta. TEMPO/Prima Mulia

Seniman angklung badud berjalan menuju pesta sunat di Desa Wisata Margacinta, Kecamatan Cijulang, Pangandaran, Jawa Barat, 31 Januari 2016. Seni Buhun Angklung Badud ini kembali diperkenalkan sebagai salah satu atraksi wisata budaya bagi wisatawan di Desa Wisata Margacinta. TEMPO/Prima Mulia