Warga berfoto di komplek keraton Kaibon, Kampung Kroya, Desa Kesunyatan, Kecamatan Kasemen, Serang, Banten, 4 Februari 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

Pelajar sekolah dasar mendengarkan petugas saat menceritakan sejarah di komplek keraton Kaibon, Kampung Kroya, Desa Kesunyatan, Kecamatan Kasemen, Serang, Banten, 4 Februari 2016. Keraton Kaibon merupakan kompleks bangunan bekas kediaman raja Kesultanan Banten, Sultan Syafiudin (1809-1813). Tempo/Aditia Noviansyah

Warga melintasi pintu gerbang di komplek keraton Kaibon, Kampung Kroya, Desa Kesunyatan, Kecamatan Kasemen, Serang, Banten, 4 Februari 2016. Keraton Kaibon telah ditetapkan sebagai cagar budaya melalui keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomer 139/M/1998. Tempo/ Aditia Noviansyah

Warga melintasi tembok di komplek keraton Kaibon, Kampung Kroya, Desa Kesunyatan, Kecamatan Kasemen, Serang, Banten, 4 Februari 2016. Keraton ini dibangun pada 1815, sebagai tempat tinggal Ratu Aisyah, ibu dari Sultan Syafiudin. Tempo/ Aditia Noviansyah

Warga melihat sisa reruntuhan bangunan di komplek keraton Kaibon, Kampung Kroya, Desa Kesunyatan, Kecamatan Kasemen, Serang, Banten, 4 Februari 2016. Keraton Kaibon menjadi keraton kedua di Banten setelah Keraton Surosowan yang dihancurkan oleh pemerintah belanda pada tahun 1832. Tempo/ Aditia Noviansyah

Warga melihat tembok di komplek keraton Kaibon, Kampung Kroya, Desa Kesunyatan, Kecamatan Kasemen, Serang, Banten, 4 Februari 2016. Keraton Kaibon yang dihancurkan oleh pemerintah Belanda, kini masih terlihat sisa gerbang dan pintu-pintu besar yang ada dalam kompleks istana. Tempo/ Aditia Noviansyah