Rosana Vieira Alves, mengajak bermain putrinya Luana Vieira, yang lahir dengan microcephaly saat berada di rumahnya di Olinda, Brasil, 4 Februari 2016. REUTERS/Ueslei Marcelino

Luana Vieira, yang lahir dengan microcephaly digendong oleh ibunya Rosana Vieira Alves saat berada di kereta bawah tanah usai melakukan terapi di dokter di Recife, Brasil, 3 Februari 2016. Pemerintah Brasil melakuakn investigasi menyatakan lebih dari 4.000 kasus bayi lahir dengan microcephaly. REUTERS/Ueslei Marcelino

Luana Vieira, bayi yang lahir dengan microcephaly bereaksi saat diberikan stimulus oleh dokter physiotherapis di pusat rehabilitasi Altino Ventura, Recife, Brasil, 3 Februari 2016. Bayi yang lahir dengan microcephaly dapat menderitar dengan perkembangan yang mungkin disebabkan oleh virus Zika. REUTERS/Ueslei Marcelino

Rosana Vieira Alves, menggendong putrinya Luana Vieira, yang lahir dengan microcephaly saat berada di rumahnya di Olinda, Brasil, 4 Februari 2016. Pemerintah Brasil melakukan investigasi sekitar 4.000 kasus bayi lahir dengan keadaan microcephaly. REUTERS/Ueslei Marcelino

Rosana Vieira Alves, memegang putrinya Luana Vieira yang berusia 4 bulan di laut Olinda, Brasil, 4 Februari 2016. Luana Viera lahir dengan microcephaly, dimana lahir dengan bentuk kepala yang kecil. REUTERS/Ueslei Marcelino

Rosana Vieira Alves, mengajak bercanda putrinya Luana Vieirasaat berada di rumahnya di Olinda, Brasil, 4 Februari 2016. REUTERS/Ueslei Marcelino