Tabrakan dua lubang lubang hitam yang sangat kuat terdeteksi untuk pertama kalinya dengan Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory (LIGO) terlihat dalam ini masih gambar dari simulasi komputer yang dirilis di Washington 11 Februari 2016. REUTERS

Teknisi Laser Interferometer Gravitational-wave Observatory (LIGO) yang bekerja di LIGO Livingston Observatory, Louisiana. Penemuan kicauan semesta itu diumumkan dengan penuh kegembiraan di sebuah konferensi pers di Washington, Amerika Serikat. REUTERS

Teknisi Laser Interferometer Gravitational-wave Observatory (LIGO) menyiapkan modus cleaner optik di LIGO Laboratory. Tim fisikawan berhasil mendengar dan merekam kicauan dari alam semesta yang berasal dari peristiwa bersatunya dua lubang hitam. REUTERS

Teknisi dai\ri Laser Interferometer Gravitational-wave Observatory (LIGO) menginstal tabun baffle modus cleaner yang digunakan untuk mengontrol cahaya liar sebagai bagian dari Advanced LIGO sistem optik tambahan pada 24 Desember 2010. Gelombang gravitasi seumpama suara alam semesta, meski sejatinya ia tak berupa bunyi. Ia adalah riak kecil dalam struktur ruang-waktu yang berperan dalam pemuaian alam semesta yang berlangsung lebih cepat dari 'kedipan mata'. REUTERS

Teknisi Laser Interferometer Gravitational-wave Observatory (LIGO) melakukan pemeriksaan optik besar do LIGO Laboratory. Para ilmuwan mengatakan pada 11 Februari 2016 yang mereka miliki untuk pertama kalinya terdeteksi gelombang gravitasi, riak dalam ruang dan waktu dihipotesiskan oleh fisikawan Albert Einstein abad yang lalu, dalam sebuah penemuan penting yang membuka jendela baru untuk mempelajari kosmos. REUTES Para ilmuwan mengatakan pada 11 Februari 2016 yang mereka miliki untuk pertama kalinya terdeteksi gelombang gravitasi, riak dalam ruang dan waktu dihipotesiskan oleh fisikawan Albert Einstein abad yang lalu, dalam sebuah penemuan penting yang membuka jendela baru untuk mempelajari kosmos. REUTERS

Teknisi dari Laser Interferometer Gravitational-wave Observatory (LIGO) melakukan pemeriksaan optik besar di LIGO Laboratory. Temuan tersebut berdasarkan riak dalam struktur ruang-waktu yang ditemukan LIGO, yang mendukung teori Einstein. Riak tersebut terdeteksi dari penggabungan dua lubang hitam (black hole). REUTERS