Ketiga korban salah tangkap dan penganiayaaan, Dedi Muryadi (kanan), Irwansyah Siregar (ketiga kanan) dan Donny (keempat kanan) berjalan keluar usai melakukan pengaduan di Gedung KPK, Jakarta, 12 Februari 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Korban salah tangkap dan penganiayaaan, Irwansyah Siregar (kiri) dan Dedi Muryadi (kanan) berada diruang tunggu sebelum melakukan pengaduan di Gedung KPK, Jakarta, 12 Februari 2016. Kedatangan mereka guna melaporkan kepada pimpinan KPK terkai tatas dirinya yang menjadi korban salah tangkap dan penganiyaan yang dilakukan oleh penyidik KPK Novel Baswedan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Korban salah tangkap dan penganiayaaan, Dedi Muryadi (kanan) berada diruang tunggu sebelum melakukan pengaduan di Gedung KPK, Jakarta, 12 Februari 2016. Ketiga korban tersebut diduga merupakan pencuri sarang burung walet. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Korban salah tangkap dan penganiayaaan, Irwansyah Siregar (kanan) dan Dedi Muryadi (kiri) berada didalam ruang tunggu sebelum melakukan pengaduan di Gedung KPK, Jakarta, 12 Februari 2016. Saat itu, Novel Baswedan menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bengkulu pada Tahun 2004 silam. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Pengacara ketiga korban salah tangkap dan penganiayaaan, Irwansyah Siregar, Dedi Muryadi dan Donny memperlihatkan surat seusai melakukan pengaduan di Gedung KPK, Jakarta, 12 Februari 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Surat pernyataan yang dibuat oleh ketiga korban yaitu Irwansyah Siregar, Dedi Muryadi dan Donny diperlihatkan seusai melakukan pengaduan di Gedung KPK, Jakarta, 12 Februari 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho