Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama (kedua kiri) memberikan plakat piringan hitam kepada Direktur Direktorat Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi dan Instansi KPK Dedie A Rachim (kanan) di Gedung KPK, Jakarta, 3 Maret 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Plakat piringan hitam yang dibawa Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama sebelum diberikan di Gedung KPK, Jakarta, 3 Maret 2016. Plakat piringan hitam tersebut sebagai simbol dukungannya atas penolakan terhadap revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama memasuki kendaraannya sebelum meninggalkan Gedung KPK, Jakarta, 3 Maret 2016. Kedatangan Rhoma Irama bersama para kader Partai Idaman tersebut untuk melakukan pertemuan dengan Pimpinan KPK. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama (kanan) menjawab pertanyaan wartawan setibanya di Gedung KPK, Jakarta, 3 Maret 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama turun dari kendaraannya saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, 3 Maret 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama (kiri) bersama Direktur Direktorat Pembinaan Jaringan Kerja Antar Komisi dan Instansi KPK Dedie A Rachim (kanan) berjalan sebelum meninggalkan Gedung KPK, Jakarta, 3 Maret 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho