Sejumlah misil balistik milik Iran yang disimpan di ruang bawah tanah di lokasi yang dirahasiakan, 8 Maret 2016. Meski dapat memuat hulu ledak nuklir, rudal-rudal milik Iran diklaim hanya untuk kepentingan penggentar konvensional. Di antara sejumlah rudal, ada yang mampu menjangkau target sejauh 2.000 kilometer sehingga secara teori sanggup mencapai Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah. REUTERS

Petugas memeriksa misil balistik milik Iran yang disimpan di ruang bawah tanah di lokasi yang dirahasiakan, 8 Maret 2016. Setelah Iran kembali meluncurkan rudalnya, sejumlah pejabat AS mengatakan akan mengadukan peluncuran rudal tersebut ke Dewan Keamanan PBB. REUTERS

Sejumlah misil balistik milik Iran yang disimpan di ruang bawah tanah di lokasi yang dirahasiakan, 8 Maret 2016. REUTERS

Sebuah misil balistik meluncur terlihat di udara di Iran, 9 Maret 2016. Dua rudal bernama Qadr H dan Qadr F telah diluncurkan Garda Revolusi di bagian utara dan mengenai target di bagian tenggara Iran sejauh 1.400 kilometer. REUTERS

Foto yang dirilis oleh situs resmi Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) menunjukkan sebuah misil balistik meluncur dari sebuah lokasi yang dirahasiakan di Iran, 9 Maret 2016. Dalam uji coba rudal kali ini, dua rudal jenis Qadr H ditembakkan dari wilayah Iran bagian utara dan diklaim mengenai target di wilayah tenggara negara tersebut. REUTERS

Sebuah misil balistik meluncur dari sebuah lokasi yang dirahasiakan di Iran, 9 Maret 2016. Aksi peluncuran rudal itu berjarak dua bulan setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat menerapkan sanksi terhadap Iran terkait uji coba rudal balistik. REUTERS