Sri Harjati Suhardi, dari mikro biologi SITH ITB mengamati hasil riset myco treatment pengurai limbah pewarna tekstil menggunakan jamur kayu di laboratorium Pusat Penelitian Bio science & Bio Technology ITB, Bandung, Jawa Barat, 12 Maret 2016. Limbah pewarna tekstil sering kali merusak lingkungan karena dapat mencemari air akibat zat berbahaya yang terkandung di dalamnya. TEMPO/Prima Mulia

Sri Harjati Suhardi, dari mikro biologi SITH ITB mengamati hasil riset myco treatment pengurai limbah pewarna tekstil menggunakan jamur kayu di laboratorium Pusat Penelitian Bio science & Bio Technology ITB, Bandung, Jawa Barat, 12 Maret 2016. Dalam waktu dekat, hasil riset ini akan diterapkan pada beberapa industri batik untuk pengolahan limbah pewarna tekstil. TEMPO/Prima Mulia

Jamur kayu pengolah limbah pewarna tekstil di mikro biologi SITH ITB, Bandung, Jawa Barat, 12 Maret 2016. Jamur kayu yang digunakan dalam proses pengolahan limbah pewarna tekstil adalah jamur kayu maras miellus palmivorus dan media filter berupa serbuk kayu halus atau kasar. TEMPO/Prima Mulia

Simulasi proses pengolahan limbah pewarna tekstil di mikro biologi SITH ITB, Bandung, Jawa Barat, 12 Maret 2016. Hasil dari riset ini menemukan bahwa jamur kayu dapat mengolah limbah pewarna tekstil yang dipakai untuk batik rumahan hingga berwarna bening dengan biaya ekonomis. TEMPO/Prima Mulia

Pewarna tekstil hasil proses penyaringan di mikro biologi SITH ITB, Bandung, Jawa Barat, 12 Maret 2016. Ini merupakan riset myco treatment pengurai limbah pewarna kain batik menggunakan jamur kayu. TEMPO/Prima Mulia