Anak harimau putih Bengal menjalani presentasi media di kebun binatang swasta Huachipa di Lima, Peru, 16 Maret 2016. Harimau kecil ini lahir di penangkaran. REUTERS/Mariana Bazo

Dokter hewan memeriksa kesehatan anak harimau putih Bengal di kebun binatang swasta Huachipa di Lima, Peru, 16 Maret 2016. Bulu putih harimau ini disebabkan oleh kurangnya pheomelanin pigmen. REUTERS/Mariana Bazo

Anak harimau putih Bengal yang baru lahir dikeluarkan dari kotak di kebun binatang swasta Huachipa di Lima, Peru, 16 Maret 2016. Harimau ini ditemukan di alam liar di Assam, Bengal, dan negara bagian lainnya di India. REUTERS/Mariana Bazo

Anak harimau putih Bengal memperlihatkan taringnya dalam pemeriksaan kesehatan di kebun binatang swasta Huachipa di Lima, Peru, 16 Maret 2016. Harimau putih tidak dianggap sebagai subspesies harimau, melainkan varian mutan hybrid dari subspesies harimau yang ada. REUTERS/Mariana Bazo

Dokter hewan Lizzie Ortiz, menggendong anak harimau putih Bengal di kebun binatang swasta Huachipa di Lima, Peru, 16 Maret 2016. Saat ini, beberapa ratus harimau putih dipelihara dalam penangkaran di seluruh dunia, dengan sekitar seratus yang ditemukan di India. REUTERS/Mariana Bazo

Blanca, induk dari anak harimau putih Bengal yang baru lahir, terlihat di kandangnya, di kebun binatang Huachipa, Lima, Peru, 16 Maret 2016. Harimau putih jantan mencapai bobot 200-230 kilogram dan bisa tumbuh hingga 3 meter. REUTERS/Mariana Bazo