Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil menunjukan bagaimana kontak fisik dengan seorang sopir dalam konferensi pers dirinya yang menampar sopir di Bandung, 21 Maret 2016. Kang Emil membantah informasi tersebut. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, dalam konferensi pers terkait beredarnya informasi dirinya yang menampar sopir di Bandung, 21 Maret 2016. Kang Emil mengatakan hanya memegang dagu seorang sopir. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil dalam konferensi pers informasi penamparan seorang sopir di Bandung, 21 Maret 2016. Sopir yang mengaku ditampar tersebut merupakan pengemudi angkutan gelap. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

Sejumlah media meliput konferensi pers Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menanggapi informasi penamparan seorang sopir di Bandung, 21 Maret 2016. Kang Emil menjelaskan memegang dagu sopir tersebut karena merasa tidak dihargai saat diajak bicara. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil menggelar konferensi pers terkait laporan dugaan penganiayaan terhadap sopir di Bandung, 21 Maret 2016. Kasus ini bermula saat sopir angkutan gelap bernama Taufik ditegur Ridwan Kamil saat ngetem di shelter bus Alun-alun Kota Bandung, pada 18 Maret 2016 lalu. TEMPO/Aditya Herlambang Putra