Sejumlah karya Pak Raden yang dititipkan di Kemendikbud, Jakarta, 23 Maret 2016. Penitipan karya Pak Raden itu dikarenakan maestro pendongeng yang bernama asli Suyadi tersebut tidak memiliki keturunan untuk merawatnya, sedangkan pihak keluarga pun kini telah lanjut usia. TEMPO/Amston Probel

Mendikbud, Anies Baswedan bersama kakak kandung Pak Raden, Kartini Suyadi memperlihatkan buku-buku karya Pak Raden saat mengadakan pertemuan untuk mengelola karya-karya Pak Raden di Kemendikbud, Jakarta, 23 Maret 2016. Dalam pertemuan tersebut, Kartini menegaskan keluarga tidak menyerahkan karya adiknya kepada negara, namun hanya menitipkan dan meminta bantuan pemerintah untuk merawat karya-karya Pak Raden. TEMPO/Amston Probel

Mendikbud, Anies Baswedan bersama kakak kandung Pak Raden, Kartini Suyadi memperlihatkan buku-buku karya Pak Raden saat mengadakan pertemuan untuk mengelola karya-karya Pak Raden di Kemendikbud, Jakarta, 23 Maret 2016. Karya-karya Pak Raden yang akan 'dititipkan' pada Kemendikbud antara lain berupa sketsa, lukisan, buku-buku cerita anak, dan boneka wayang. TEMPO/Amston Probel

Mendikbud, Anies Baswedan melihat buku-buku karya Pak Raden dalam pertemuan dengan keluarga Pak Raden di Kemendikbud, Jakarta, 23 Maret 2016. Dalam kesempatan tersebut Anies Baswedan menyampaikan bahwa Kemendikbud berencana membuat pojok pameran khusus agar masyarakat Indonesia dapat belajar dari karya Pak Raden. TEMPO/Amston Probel

Mendikbud, Anies Baswedan menunjukkan karya Pak Raden didampingi kakak kandung Pak Raden, Kartini Sabekti dalam pertemuan di Kemendikbud, Jakarta, 23 Maret 2016. Keluarga Pak Raden meminta kepada pemerintah melalui Kemendikbud untuk mengelola semua karya otentik Pak Raden.TEMPO/Amston Probel