Prajurit TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXV-B/Unamid, menggendong putrinya sebelum memasuki pesawat khusus United Nations (Perserikatan Bangsa-Bangsa) menuju Afrika Utara, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 4 April 2016. TEMPO/Imam Sukamto

Seorang Prajurit TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXV-B/Unamid, berbincang dengan pasangannya sebelum memasuki pesawat khusus United Nations (Perserikatan Bangsa-Bangsa) menuju Afrika Utara, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 4 April 2016. TEMPO/Imam Sukamto

Prajurit TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXV-B/Unamid, bermain dengan kedua putrinya sebelum memasuki pesawat khusus United Nations (Perserikatan Bangsa-Bangsa) menuju Afrika Utara, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 4 April 2016. TEMPO/Imam Sukamto

Seorang Prajurit TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXV-B/Unamid, berbincang dengan kedua orangtuanya sebelum memasuki pesawat khusus United Nations (Perserikatan Bangsa-Bangsa) menuju Afrika Utara, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 4 April 2016. Keberangkatan 800 Prajurit TNI tertunda keberangkatannya pasca terjadi kecelakaan pesawat Batik Air dengan nomor registrasi PK-LBS. TEMPO/Imam Sukamto

Prajurit TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXV-B/Unamid, mengikuti upacara pelepasan sebelum memasuki pesawat khusus United Nations (Perserikatan Bangsa-Bangsa) menuju Afrika Utara, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 4 April 2016 malam. Sebanyak 800 Prajurit TNI Satuan Tugas Batalyon Komposit (Satgas Yon Komposit) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXV-B/Unamid (United Nations Mission In Darfur) akan bertugas sebagai Pasukan Pemeliharaan Perdamaian Misi PBB di Darfur-Sudan, Afrika Utara. TEMPO/Imam Sukamto