Para anggota organisasi kepramukaan Pathfinder Associates for Disaster Management (PADMA), mengecek koneksi sensor pada PADmeter, alat pendeteksi banjir karya mereka untuk diujicoba di Kelurahan Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Kamis (15/11). TEMPO/Suryo Wibowo

Alat pendeteksi banjir PADmeter, karya anggota organisasi kepramukaan Pathfinder Associates for Disaster Management (PADMA) diujicoba di Kelurahan Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Kamis (15/11). Alat sederhana dan murah ini dirancang untuk memberikan peringatan kepada warga di Daerah Aliran Sungai mengenai peningkatan debit air dengan memberi petunjuk lampu dan sirine serta bisa menghubungkan dengan radio untuk pemantauan gelombang yang lebih lanjut. TEMPO/Suryo Wibowo.

Para anggota organisasi kepramukaan Pathfinder Associates for Disaster Management (PADMA) menguji PADmeter, alat pendeteksi banjir karya mereka di Kelurahan Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Kamis (15/11). TEMPO/Suryo Wibowo.

Papan panel rangkaian elektronik pada PADmeter, alat pendeteksi banjir karya anggota kepramukaan Pathfinder Associates for Disaster Management (PADMA). Biaya untuk merangkai alat sederhana ini hanya sebesar 200 ribu rupiah. TEMPO/Suryo Wibowo

Para anggota organisasi kepramukaan Pathfinder Associates for Disaster Management (PADMA) menunjukan cara kerja PADmeter, alat pendeteksi banjir karya ketika ujicoba di Kelurahan Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Kamis (15/11). TEMPO/Suryo Wibowo