Sejumlah ibu membuat rajutan untuk bahan sepatu, tas dan bolero dan dikombinasikan dengan produk daur ulang di Kota Bogor, 21 April 2016. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

Sejumlah ibu membuat rajutan di Kota Bogor, 21 April 2016. Aksi ibu-ibu ini terinspirasi oleh sosok kartini yang berjuang untuk persamaan hak pada kaum wanita dan memberikan semangat kepada kaum wanita untuk bisa melakukan banyak hal. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

Seorang ibu membuat rajutan di Kota Bogor, 21 April 2016. Ibu-ibu di Sindang Barang Bogor tersebut mampu membuat sejumlah kerajinan tangan rajutan dan daur ulang, guna menyalurkan keahlian dan kesenangannya dalam merajut dan mengembangkan ide-ide kreatif meski keterbatasan sumber daya manusia dan alat. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

Warga melihat sepatu rajut di Kota Bogor, 21 April 2016. Produk rajutan ternyata tak hanya dibuat sebagai pakaian untuk menghangatkan badan tetapi dapat dibuat untuk berbagai bentuk seperti sepatu, tas dan bolero. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

Ibu-ibu saat membuat rajutan untuk bahan sepatu, tas dan bolero dan dikombinasikan dengan produk daur ulang di Kota Bogor, 21 April 2016. Di rumah ini, Ami Rajut bersama timnya bisa memroduksi sekitar puluhan sepatu rajut setiap bulannya dan dikirim hingga ke seluruh indonesia, Asia dan Amerika. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

Ibu-ibu saat melihat sepatu rajutan di Kota Bogor, 21 April 2016. Harga sepatu rajut dan tas yang ditawarkan sekitar Rp 300-700 ribu per pasang. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat