Kepala BIN Sutiyoso (kiri) mengawal terpidana korupsi kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono (tengah) usai mendarat di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, 21 April 2016, malam. Samadikun Hartono berhasil ditangkap di Cina. TEMPO/Imam Sukamto

Kepala BIN Sutiyoso (kiri) mengawal terpidana korupsi kasus BLBI Samadikun Hartono (tengah) usai mendarat di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, 21 April 2016, malam. Pengusaha bernama asli Ho Sioe Kun tersebut merupakan buronan kasus korupsi BLBI yang melarikan diri ke Cina jelang dijatuhi vonis 4 tahun penjara pada 2003 silam. TEMPO/Imam Sukamto

Kepala BIN Sutiyoso (kiri) menyerahkan terpidana Samadikun Hartono (tengah) kepada Jaksa Agung M Prasetyo (kanan), di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, 21 April 2016, malam. Pengusaha yang telah merugikan negara Rp 169,4 miliar tersebut ditangkap Samadikun Hartono berhasil dipulangkan oleh otoritas intelijen Cina saat meonton Formula 1 Shanghai. TEMPO/Imam Sukamto

Kepala BIN Sutiyoso menyerahkan Samadikun Hartono kepada Jaksa Agung M Prasetyo di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, 21 April 2016, malam. Dikabarkan bahwa otoritas Cina bersedia memulangkan Samadikun Hartono jika pemerintah Indonesia menyerahkan empat orang Uighur adri Cina yang saat ini ditahan di Indonesia. TEMPO/Imam Sukamto

Terpidana korupsi kasus BLBI Samadikun Hartono berjalan dengan lenggang saat kawal di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, 21 April 2016, malam. Terdapat perlakuakn yang berbeda antara pemulangan buronan kasus korupsi BLBI, Samadikun dengan buronan kasus Bank Century, Hartawan Aluwi. Hartawan dipulangkan ke Indonesia dari Singapura dengan pengawalan yang ketat dan tangan diborgol sedangkan Samadikun berjalan dengan lenggang tanpa pengawalan yang ketat. TEMPO/Imam Sukamto