Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti, mendatangi TKP mutilasi wanita hamil di Cikupa, Tangerang, 23 April 2016. Polisi membatalkan pra-rekontruksi kasus ini setelah ribuan warga memadati lokasi. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

Kombes Krishna Murti (kanan), disapa warga saat mendatangi TKP mutilasi wanita hamil di Cikupa, Tangerang, 23 April 2016. Pra-rekontruksi mutilasi dibatalkan karena petugas khawatir dengan keselamatan tersangka, Kusmayadi alias Agus. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

Polisi meminta warga meninggalkan tempat kejadian perkara mutilasi ibu hamil di Cikupa, Tangerang, Banten, 23 April 2016. Korban yang bernama Nur Atikah alias Nuri diduga dimutilasi Agus pada 10 April lalu. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

Warga memadati sekitar TKP mutilasi ibu hamil di Cikupa, Tangerang, Banten, 23 April 2016. Agus ditangkap oleh Tim Gabungan Polda Metro Jaya, Polres Tangerang, dan Polsek Cikupa di Rumah Makan Selera Bundo, Surabaya beberapa hari lalu. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat.

Warga berdatangan di sekitar TKP mutilasi ibu hamil di Cikupa, Tangerang, Banten, 23 April 2016. Korban ditemukan setelah tetangga curiga dengan bau busuk di kontrakannya. TEMPO/Marifka Wahyu

Garis polisi terpasang di depan pintu kamar TKP mutilasi ibu hamil di Cikupa, Tangerang, Banten, 23 April 2016. TEMPO/Marifka Wahyu