Petugas Balai Karantina Ikan dan relawan membawa wadah berisi trumbu karang hidup atau live coral ilegal untuk dilepaskan ke laut di Pulau Serangan, Bali, 24 April 2016. Balai Karantina Ikan Kelas I Denpasar berhasil mengamankan 440 buah trumbu karang tanpa surat izin yang diselundupkan dari Sumbawa, NTB ke Bali dengan bus melalui pelabuhan Padang Bai, Bali pada bulan Maret lalu. Johannes P. Christo

Petugas Balai Karantina Ikan dan relawan mengikatkan trumbu karang hidup atau live coral ilegal untuk dilepaskan ke laut di Pulau Serangan, Bali, 24 April 2016. Dalam beberapa bulan terakhir Balai Karantina Ikan Kelas I Denpasar sudah enam kali mengagalkan penyelundupan trumbu karang Indonesia yang nilai ekspornya diperkirakan mencapai 60 juta Rupiah lebih. Johannes P. Christo

Petugas Balai Karantina Ikan mengikatkan trumbu karang hidup atau live coral ilegal di wadah sebelum dilepaskan ke laut di Pulau Serangan, Bali, 24 April 2016. Balai Karantina Ikan Kelas I Denpasar berhasil mengamankan 440 buah trumbu karang tanpa surat izin yang diselundupkan dari Sumbawa, NTB ke Bali dengan bus melalui pelabuhan Padang Bai, Bali pada bulan Maret lalu. Johannes P. Christo

Petugas Balai Karantina Ikan dan relawan mengikatkan trumbu karang hidup atau live coral ilegal untuk dilepaskan ke laut di Pulau Serangan, Bali, 24 April 2016. Dalam beberapa bulan terakhir Balai Karantina Ikan Kelas I Denpasar sudah enam kali mengagalkan penyelundupan trumbu karang Indonesia yang nilai ekspornya diperkirakan mencapai 60 juta Rupiah lebih. Johannes P. Christo

Petugas Balai Karantina Ikan dan relawan membawa wadah berisi trumbu karang hidup atau live coral ilegal untuk dilepaskan ke laut di Pulau Serangan, Bali, 24 April 2016. Balai Karantina Ikan Kelas I Denpasar berhasil mengamankan 440 buah trumbu karang tanpa surat izin yang diselundupkan dari Sumbawa, NTB ke Bali dengan bus melalui pelabuhan Padang Bai, Bali pada bulan Maret lalu. Johannes P. Christo