Seorang wanita membawa barang danganannya dengan mengunakan topi tradisional dikenal sebagai non la di Jembatan Jepang di Hoi An, Vietnam 5 April 2016. REUTERS/Jorge Silva

Seorang wanita menggunakan topi tradisional sambil menyapu halaman museum di Hoi An, Vietnam 5 April 2016. Hoi An merupakan pelabuhan perdagangan bersejaraha yang sibuk dengan gaya arsitektur bangunan kolonial Perancis. REUTERS/Jorge Silva

Seorang wanita tertawa sambil mengunakan topi tradisional dikenal sebagai non la, menjual sarapan di Jembatan Jepang di Hoi An, Vietnam 5 April 2016. Hoi An terkenal sebagai pelabuhan bersejarah dengan perdagangan yang sibuk dihiasi oleh gaya arsitektur campuran era kolonial Perancis. REUTERS / Jorge Silva

Seorang wanita memberikan sarapan pada pembelinya saat berjualan di Hoi An, Vietnam 5 April 2016. Topi non la terbuat dari bahan tersedia seperti daun kelapa, kulit pohon dan bambu dan terlihat di mana-mana di kota, sebuah situs Warisan Dunia UNESCO. REUTERS/Jorge Silva

Seorang wanita tertawa sambil mengunakan topi tradisional dikenal sebagai non la, saat berjualan di Hoi An, Vietnam, 5 April 2016. Hoi An adalam pelabuhan perdagangan yang sangat sibuk sangat dengan gaya arsitektur campuran era dan gaya bangunan kolonial Perancis. REUTERS/Jorge Silva

Sejumlah wanita mengenakan topi tradisional dikenal sebagai non la, sambil memikul buah-buahannya yang dijualnya di Hoi An, Vietnam, 5 April 2016. Topi non la terbuat dari bahan tersedia seperti daun kelapa, kulit pohon dan bambu dan terlihat di mana-mana di kota, sebuah situs Warisan Dunia UNESCO. REUTERS/Jorge Silva