Ketua Umum terpilih Partai Golkar, Setya Novanto dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengibarkan bendera partai saat penutupan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, 17 Mei 2016. Setya Novanto memilih Idrus Marham tetap sebagai Sekretaris Jenderal Partai Golkar. TEMPO/Johannes P. Christo

Ketua Umum terpilih Partai Golkar, Setya Novanto (kiri), bersama Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Ketua Umum Ormas MKGR Roem Kono (tengah) saat penutupan Munaslub Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, 17 Mei 2016. Munaslub memutuskan bahwa Aburizal Bakrie sebagai Ketua Dewan Pembina. TEMPO/Johannes P. Christo

Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (dua kanan) berbincang bersama Akbar Tanjung (dua kiri) didampingi mantan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Agung Laksono (kiri) dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat penutupan Musyawah Nasional Luarbiasa (Munaslub) Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, 17 Mei 2016. Golkar menyatakan ikut bergabung dalam koalisi pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. ANTARA/Wira Suryantala

Ketua Umum terpilih Partai Golkar, Setya Novanto (kiri), bersalaman dengan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat penutupan Munaslub Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, 17 Mei 2016. Setya Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar masa bakti 2016-2019. TEMPO/Johannes P. Christo

Ketua Umum terpilih Partai Golkar, Setya Novanto memberikan pidatonya saat penutupan Munaslub Golkar di Nusa Dua, Bali, 17 Mei 2016. Munaslub ini digelar pasca kisruh dualisme kepemimpinan. TEMPO/Johannes P. Christo

Mantan Wakil Ketum Partai Golkar, Agung Laksono, memeluk Ketua Dewan Pembina, Aburizal Bakrie saat penutupan Munaslub Partai Golkar di Nusa Dua, Bali, 17 Mei 2016. TEMPO/Johannes P. Christo