Mahasiswa Universitas Negeri Semarang merangsek gedung Rektorat dalam aksi demo menghapuskan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI), di Semarang, 26 Mei 2016. Mahasiswa menuntut kampus menerapkan Uang Kuliah Tunggal agar biaya pendidikan terjangkau bagi mahasiswa tidak mampu. TEMPO/Budi Purwanto

Mahasiswa UNS membawa poster tuntutan saat mengepung Rektorat dalam aksi menolak Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI), di Semarang, 26 Mei 2016. Mahasiswa menuntut penghapusan sumbangan SPI dan Biaya Peningkatan Mutu dan prestasi Kemahasiswaan terutama bagi mahasiswa baru. TEMPO/Budi Purwanto

Mahasiswa Universitas Negeri Semarang meneriakkan yel yel untuk menolak Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) di depan gedung Rektorat, Semarang, 26 Mei 2016. Mahasiswa menuntut biaya pendidikan terjangkau bagi mahasiswa tidak mampu. TEMPO/Budi Purwanto

Poster poster penolakan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) oleh mahasiswa Universitas Negeri Semarang, di Semarang, 26 Mei 2016. TEMPO/Budi Purwanto

Pembantu Rektor I Prof Rustono menemui mahasiswa Universitas Negeri Semarang yang menuntut penghapusan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) di depan gedung Rektorat, Semarang, 26 Mei 2016. TEMPO/Budi Purwanto

Spanduk yang digelar mahasiswa Universitas Negeri Semarang saat mengepung gedung Rektorat untuk menolak Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI), 26 Mei 2016. TEMPO/Budi Purwanto