Sebuah patung yang dibuat oleh korban lumpur Lapiondo, terkubur di area semburan lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur, 27 Mei 2016. (Ulet Ifansasti/Getty Images)

Sebuah pemandangan yang memperlihatkan terdapat bangunan rumah yang terkubur semburan lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur, 27 Mei 2016. Semburan lumpur Lapindo terjadi pada 10 tahun lalu yakni pada 29 Mei 2006. (Ulet Ifansasti/Getty Images)

Kadiyah, dan anaknya, duduk di depan rumah mereka yang terkena dampak semburan lumpur Lapindo di desa Merisen di Sidoarjo, Jawa Timur, 27 Mei 2016. Semburan lumpur Lapindo pada 29 Mei 2006 lalu yang merupakan milik perusahaan minyak dan gas Indonesia, PT Lapindo Brantas telah membuat sekitar 40.000 penduduk desa mengungsi. (Ulet Ifansasti/Getty Images)

Andi Irwanto, Mintasih dan anak mereka Dimas, berdiri di sisa-sisa rumah mereka yang hancur terkena semburan lumpur Lapindo di desa Merisen, Sidoarjo, Jawa Timur, 27 Mei 2016. Tidak hanya membuat 4.000 warga mengungsi, lumpur panas tersebut juga menewaskan 20 warga. (Ulet Ifansasti/Getty Images)

Fitriani, dan putrinya Azizah, bermain di depan rumah mereka yang terkena dampak semburan lumpur Lapiondo di desa Merisen di Sidoarjo, Jawa Timur, 27 Mei 2016. PT Lapindo Brantas, telah dianggap ikut bertanggung jawab atas bencana tersebut. (Ulet Ifansasti/Getty Images)

Sebuah masjid hancur usai terendam lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, 27 Mei 2016. Hingga saat ini warga terus menagih janji perusahaan yang akan mengganti rugi warga dampak semburan lumpur Lapindo walau selama 10 tahun ganti rugi tersebut sangat lambat. (Ulet Ifansasti/Getty Images)