Para wanita penyandang tunanetra membaca Al-Quran Braille bersama-sama di Masjid Yayasan Pertuni, Makassar, 7 Juni 2016. Saat berpuasa di bulan Ramadan, para tuna netra menyempatkan diri untuk membaca Al-Quran Braille. TEMPO/Fahmi Ali

Para wanita penyandang tunanetra membaca Al-Quran Braille bersama-sama di Masjid Yayasan Pertuni, Makassar, 7 Juni 2016. Saat berpuasa di bulan Ramadan, para tuna netra menyempatkan diri untuk membaca Al-Quran Braille. TEMPO/Fahmi Ali

Al-Quran Braille yang dibaca para penyandang tunanetra di Masjid Yayasan Pertuni, Makassar, 7 Juni 2016. TEMPO/Fahmi Ali

Penyandang tunanetra membaca Al-Quran Braille di Masjid Yayasan Pertuni, Makassar, 7 Juni 2016. Meski tak dapat melihat, tidak menyurutkan niat para penyandang tunanetra ini untuk menambah amalan di bulan puasa. TEMPO/Fahmi Ali

Sejumlah penyandang tunanetra membaca Al-Quran Braille di Masjid Yayasan Pertuni, Makassar, 7 Juni 2016. Para penyandang tunanetra di daerah ini sengaja berkumpul di Masjid untuk menggelar tadarus bersama-sama pada bulan Ramadan. TEMPO/Fahmi Ali

Seorang penyandang tunanetra membaca Al-Quran Braille di Masjid Yayasan Pertuni, Makassar, 7 Juni 2016. Para penyandang tunanetra daerah Pertuni Makassar tersebut mengisi waktu pada siang hari saat berpuasa dengan membaca kitab suci Al-Quran Braille bersama. TEMPO/Fahmi Ali