Sekitar 400 perwakilan warga dari lima desa di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah menggerudug kantor Badan Lingkungan Hidup Jawa Tengah, di Semarang, 8 Juni 2016. TEMPO/Budi Purwanto

Seorang warga membawa alat pertanian saat demo ke kantor Badan Lingkungan Hidup Jawa Tengah, di Semarang, 8 Juni 2016. Dalam aksi demo ini, sekitar 400 perwakilan dari lima desa di Kabupaten Kebumen turun ke jalan menyuarakan aspirasi mereka. TEMPO/Budi Purwanto

Warga membawa spanduk berisi kekecewaan saat menggelar aksi unjuk rasa penolakan pembangunan pabrik semen di halaman kantor Badan Lingkungan Hidup Jawa Tengah, 8 Juni 2016. Warga meminta pemerintah menghentikan pembahasan izin Amdal yang menurut warga banyak yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan. TEMPO/Budi Purwanto

Sebuah poster berisi kekecewaan warga terhadap pemerintah terkait diloloskannya pembahasan izin Amdal PT Semen Gombong saat menggelar unjuk rasa di halaman kantor Badan Lingkungan Hidup Jawa Tengah di Semarang, Jawa Tengah, 8 Juni 2016. Menurut warga, pembangunan pabrik semen ini dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan dan juga mengancam lapangan kerja mereka. TEMPO/Budi Purwanto

Sebuah poster warga yang menuduh dokumen izin Amdal milik PT Semen Gombong merupakan dokumen palsu saat menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor Badan Lingkungan Hidup Jawa Tengah di Semarang, Jawa Tengah, 8 Juni 2016. Warga menuduh banyak fakta yang disembunyikan dalam izin Amdal tersebut yang mengancam kelestarian lingkungan kawasan Gombong Selatan Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. TEMPO/Budi Purwanto

Perwakilan warga dari lima desa di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah membakar dokumen izin Amdal milik PT Semen Gombong di halaman kantor Badan Lingkungan Hidup Jawa Tengah di Semarang, Jawa Tengah, 8 Juni 2016. Warga menolak pembangunan pabrik Semen Gombong dengan alasan kerusakan lingkungan. TEMPO/Budi Purwanto