Suciwati menggantungkan lukisan wajah almarhum suaminya Munir, saat perhelatan budaya "Menafsir Munir Melawan Lupa" di alun-alun Kota Batu, Jawa Timur, Minggu (2/12). TEMPO/Aris Novia Hidayat

Seorang anak melihat lukisan wajah almarhum Munir yang di pasang di salah satu sudut alun-alun saat perhelatan budaya "Menafsir Munir Melawan Lupa" di alun-alun Kota Batu, Jawa Timur, Minggu (2/12). TEMPO/Aris Novia Hidayat

Seorang anak melihat hasil karya lomba mewarnai wajah almarhum Munir yang di pasang di salah satu sudut alun-alun saat perhelatan budaya "Menafsir Munir Melawan Lupa" di alun-alun Kota Batu, Jawa Timur, Minggu (2/12). TEMPO/Aris Novia Hidayat

Sejumlah perupa Kota Batu dan Yogyakarta melukis wajah almarhum Munir di atas kanvas saat perhelatan budaya "Menafsir Munir Melawan Lupa" di alun-alun Kota Batu, Jawa Timur, Minggu 2 Desember 2012. TEMPO/Aris Novia Hidayat

Pegiat seni teater Air melakukan aksi teaterikal dengan membawa poster wajah almarhum Munir saat perhelatan budaya "Menafsir Munir Melawan Lupa" di alun-alun Kota Batu, Jawa Timur, Minggu (2/12). Kegiatan tersebut dalam rangka peringatan HUT Munir yang jatuh pada 8 Desember mendatang. TEMPO/Aris Novia Hidayat

Aksi teatrikal menggantungkan lukisan wajah almarhum Munir saat perhelatan budaya "Menafsir Munir Melawan Lupa" di alun-alun Kota Batu, Jawa Timur, Minggu (2/12). Ribuan lukisan wajah almarhum aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir, menghiasi setiap sudut di alun-alun kota Batu. TEMPO/Aris Novia Hidayat