Tentara AS keluar dari helikopter CH53 Sea Stallion saat latihan bersama dengan tentara Indonesia dan Australia di pegunungan Kahuku dalam latihan militer multi-national RIMPAC di Honolulu, Hawaii, 13 Juli 2016. REUTERS/Hugh Gentry

Tentara AS melepaskan Grp I UAS Black Hornet Drone dalam latihan Rim of the Pacific (RIMPAC) 2016 di kamp Pendleton, California, 13 Juli 2016. REUTERS/Mike Blake

Tentara AS berdiri dibelakang senjata Multi-Utility Tactical Transport (MUTT) saat melakukan latihan Rim of the Pacific (RIMPAC) 2016 di Kamp Pendleton, California, 13 Juli 2016. REUTERS/Mike Blake

Tentara Indonesia mengambil posisi setelah turun dari helikopter saat melakukan latihan bersama dengan tentara AS di gunung Kahuku dalam latihan militer multi-national RIMPAC di Honolulu, Hawaii, 13 Juli 2016. REUTERS/Hugh Gentry

Tentara Indonesia usai turun dari helikopter saat melakukan latihan bersama dengan tentara AS di gunung Kahuku dalam latihan militer multi-national RIMPAC di Honolulu, Hawaii, 13 Juli 2016. REUTERS/Hugh Gentry

Tentara Indonesia membidik sasaran setelah turun dari helikopter saat melakukan latihan bersama dengan tentara AS di gunung Kahuku dalam latihan militer multi-national RIMPAC di Honolulu, Hawaii, 13 Juli 2016. REUTERS/Hugh Gentry