Sorang turis menggunakan unta untuk berjalan-jalan di situs kota kuno Petra di selatan Amman, Yordania, 23 Juli 2016. REUTERS/Mohammad Hame

Sorang turis saat berada di situs kota kuno Petra di selatan Amman, Yordania, 23 Juli 2016. Kota Petra ditemukan kembali oleh petualang berkebangsaan Swiss bernama Johann Ludwig pada 1812. REUTERS/Mohammad Hame

Sorang turis menggunakan kuda saat berjalan-jalan di situs kota kuno Petra di selatan Amman, Yordania, 23 Juli 2016. Kota Petra dilindungi oleh gunung Harun (Jabal Harun) atau gunung Hor atau El-Barra yang membuatanya aman dari badai pasir. REUTERS/Mohammad Hame

Sorang turis berjalan diantara tebing bebatuan saat beara di situs kota kuno Petra di selatan Amman, Yordania, 23 Juli 2016. Kota Petra sempat hilang dari peradaban manusia selama 500 tahun, tepatnya sejak berakhir nya Perang Salib pada abad ke-12 M. REUTERS/Mohammad Hame

Sejumlah turis berjalan diantara tebing bebatuan saat beara di situs kota kuno Petra di selatan Amman, Yordania, 23 Juli 2016. Kota kuno Petra pada 2007 situs tersebut menjadi satu dari tujuh keajaiban dunia. REUTERS/Mohammad Hame

Sejumlah turis menikmati keindahan situs kota kuno Petra di selatan Amman, Yordania, 23 Juli 2016. Situs arkeologi itu terletak di sebuah dataran rendah yang diapit oleh gunung-gunung yang membentuk sayap. REUTERS/Mohammad Hame