Marinir AS berjalan diantara semak-semak saat melakukan simulasi serangan di Marine Corps Base Hawaii dengan Ekspedisi Marinir Satuan 3 dalam latihan militer multi-nasional RIMPAC di Kaneohe, Hawaii, 30 Juli 2016. REUTERS/Hugh Gentry

Seorang tentara dengan Angkatan Bela Diri Jepang (JMSDF) berjaga-jaga saat sampai di pantai ketika melakukan simulasi serangan di di Marine Corps Base Hawaii dengan 3 Ekspedisi Marinir Satuan dalam latihan militer multi-nasional RIMPAC di Kaneohe, Hawaii, 30 Juli 2016. REUTERS/Hugh Gentry

Seorang tentara Angkatan Bela Diri Jepang (JMSDF) saat menikuti simulasi serangan pantai di Marine Corps Base Hawaii dengan 3 Ekspedisi Marinir Satuan dalam latihan militer multi-nasional RIMPAC di Kaneohe, Hawaii, 30 Juli 2016. REUTERS/Hugh Gentry

Seorang anggota Marinir AS memeriksa koordinat GPS untuk tim mortir dalam simulasi serangan pantai di Marine Corps Base Hawaii dengan Ekspedisi Marinir Satuan 3 dalam latihan militer multi-nasional RIMPAC di Kaneohe, Hawaii, 30 Juli 2016. REUTERS/Hugh Gentry

Kendaraan militer amfibi melintas di pantai saat melakukan simulasi penyerangn di Markas militer Hawaii dengan Ekspedisi Marinir Satuan 3 di latiihan militer multi-national RIMPAC di Kaneohe, Hawaii, 30 Juli 2016. REUTERS/Hugh Gentry

Marinir AS menyiapkan mortar saat melakukan simulasi serangan panti di Marine Corps Base Hawaii dalam Ekspedisi Marinir Satuan 3 selama latihan militer multi-nasional RIMPAC di Kaneohe, Hawaii, 30 Juli 2016. REUTERS/Hugh Gentry