Oscar Figueroa asal Kolombia, Eko Yuli Irawan dan Farkhad Kharki asal Kazakhstan berpose diatas podium pada pertandingan angkat besi kelas 62kg Olimpiade Rio di Riocentro, Pavilion 2, Rio de Janeiro, Brasil, 8 Agustus 2016. REUTERS/Yves Herman

Eko Yuli Irawan, gagal mengangkat beban saat bertandingan dalam kelas 62kg angkat besi Olimpiade Rio di Riocentro, Pavilion 2, Rio de Janeiro, Brasil, 8 Agustus 2016. REUTERS/Yves Herman

Eko Yuli Irawan, saat bertanding dalam kelas 62kg angkat besi Olimpiade Rio di Riocentro, Pavilion 2, Rio de Janeiro, Brasil, 8 Agustus 2016. AP/Mike Groll

Ekspresi atlet angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan setelah gagal mengangkat beban saat bertanding dalam kelas 62kg angkat besi Olimpiade Rio di Riocentro, Pavilion 2, Rio de Janeiro, Brasil, 8 Agustus 2016. Eko Yuli Irawan menambahkan perolehan medali untuk Indonesia pada cabang angkat besi. REUTERS/Yves Herman

Eko Yuli Irawan, gagal mengangkat beban saat bertandingan dalam kelas 62kg angkat besi Olimpiade Rio di Riocentro, Pavilion 2, Rio de Janeiro, Brasil, 8 Agustus 2016. Eko Yuli mencatatkan total angkatan 312 KG dari snatch 142KG dan clean & jerk 170 KG. REUTERS/Yves Herman

Eko Yuli Irawan, berhasil mengangkat beban saat bertandingan dalam kelas 62kg angkat besi Olimpiade Rio di Riocentro, Pavilion 2, Rio de Janeiro, Brasil, 8 Agustus 2016. Eko Yuli Irawan menyumbangkan medali perak kedua untuk Indonesia di Olimpiade Rio De Janeiro dari cabang olahraga angkat besi 62 KG. REUTERS/Yves Herman