Indira Sinanovic saat berkampanye menjelang pemilihan umum (pemilu) di Zavidovici, Bosnia dan Herzegovina, 27 September 2016. Indira merupakan wanita muslim bercadar pertama yang masuk dalam bursa pemilu di Bosnia. REUTERS/Dado Ruvic

Indira Sinanovic berpidato saat berkampanye menjelang pemilihan umum (pemilu) di Zavidovici, Bosnia dan Herzegovina, 27 September 2016. Indira bersaing untuk mendapatkan kursi sebagai Dewan Kota Zavidovici. REUTERS/Dado Ruvic

Indira Sinanovic berpidato saat berkampanye menjelang pemilihan umum (pemilu) dihadapan para pendukungnya di Zavidovici, Bosnia dan Herzegovina, 27 September 2016. Meski Bosnia merupakan negara dengan jumlah Muslim terbanyak di Eropa, namun Indira mengaku tak jarang menerima perlakuan buruk. REUTERS/Dado Ruvic

Indira Sinanovic berinteraksi bersama para pendukungnya saat berkampanye menjelang pemilihan umum (pemilu) di Zavidovici, Bosnia dan Herzegovina, 27 September 2016. REUTERS/Dado Ruvic

Indira Sinanovic bersama tim suksesnya membagikan selembaran saat berkampanye menjelang pemilihan umum (pemilu) di Zavidovici, Bosnia dan Herzegovina, 27 September 2016. REUTERS/Dado Ruvic

Indira Sinanovic (nomor urut 11) merupakan wanita Muslim bercadar pertama yang pemilihan umum (pemilu) di Zavidovici untuk terpilih sebagai Dewan Kota Zavidovici, di Bosnia dan Herzegovina, 27 September 2016. REUTERS/Dado Ruvic