Manufaktur Associates Theodore Szmurlo dan David Artus bekerja di ruang kultur sel saat bekerja pada pengembangan vaksin untuk virus Zika berdasarkan produksi variasi rekombinan dari protein E dari virus Zika di Protein Sciences Inc. di Meriden, Connecticut, 20 Juni 2016. REUTERS/Mike Segar

Dan Galperin dimurnikan rekombinan Zika diselimuti dengan Protein di laboratorium saat mengembanganka vaksin untuk virus Zika berdasarkan produksi variasi rekombinan dari protein E dari virus Zika di Protein Sciences Inc. di Meriden, Connecticut, 20 Juni 2016. REUTERS/Mike Segar

Pimpinan ilmuwan Produksi Protein Sentrifugasi Paul Koelle, mengoperasikan panel kontrol centrifuge saat pengembangan vaksin untuk virus Zika berdasarkan produksi variasi rekombinan dari protein E dari virus Zika di Protein markas Sciences Inc di Meriden, Connecticut, 20 Juni 2016. REUTERS/Mike Segar

Dan Galperin saat bekerja pada pengembangan vaksin untuk virus Zika berdasarkan produksi variasi rekombinan dari protein E dari virus Zika di Protein markas Sciences Inc di Meriden, Connecticut, 20 Juni 2016. REUTERS/Mike Segar

Theodore Szmurlo, melihat sampel sel dengan mikroskop saat bekerja pada pengembangan vaksin untuk virus Zika berdasarkan produksi variasi rekombinan dari protein E dari virus Zika di Protein Sciences Inc .di Meriden, Connecticut, 20 Juni 2016. REUTERS/Mike Sega

Ilmuwan Dan Galperin memegang botol yang ditandai "Zika" dalam pengembangan vaksin untuk virus Zika berdasarkan produksi variasi rekombinan dari protein E dari virus Zika di Protein Sciences Inc., Meriden, 20 Juni 2016. REUTERS/Mike Segar