Seroang pria etnis 'Kam' (yang juga dikenal sebagai Dong) menarik ayam hidup selama ritual pernikahan tradisional yang dikenal sebagai "steal the chicken at the drum tower" di desa Inea Dong di kota barat daya Cina Congjiang, Guizhou, China, 29 Januari 2017. REUTERS

Sejumlah wanita dan pria suku minoritas 'Kam' (atau biasa dikenal Dong) saling tarik menarik seekor ayam saat ikuti proses upacara pernikahan tradisional atau yang dikenal "steal the chicken at the drum tower" di desa Inea Dong, Guizhou, China, 29 Januari 2017. Dalam acara ini, sejumlah gadis dan bujangan saling berebut ayam atau bebek yang diikat oleh pengantin baru di sebuah tiang. REUTERS

Seekor ayam dan bebek tengah digantung di sebuah tiang oleh calon pengantin suku minoritas 'Kam' (atau biasa dikenal Dong) saat menggelar upacara pernikahan tradisional atau yang dikenal "steal the chicken at the drum tower" di desa Inea Dong, Guizhou, China, 29 Januari 2017. Upacara ada pernikahan ini telah ada sejak ratusan tahun lalu, dimana pada 1990-an, upacara ini kembali dipopulerkan kepada para remaja. REUTERS

Seorang bujang suku minoritas 'Kam' (atau biasa dikenal Dong) memegang wajah seorang gadis dengan tangan berlumuran darah usai mendapatkan ayam yang telah digantung oleh pengantin baru dalam upacara pernikahan tradisional atau yang dikenal "steal the chicken at the drum tower" di desa Inea Dong, Guizhou, China, 29 Januari 2017. REUTERS

Kepala seekor ayam tergeletak usai ditarik oleh sejumlah gadis dan bujangan suku minoritas 'Kam' (atau biasa dikenal Dong) saat ikuti upacara pernikahan tradisional atau yang dikenal "steal the chicken at the drum tower" di desa Inea Dong, Guizhou, China, 29 Januari 2017. REUTERS

Sejumlah gadis dan bujang suku minoritas 'Kam' (atau biasa dikenal Dong) meramaikan upacara pernikahan tradisional atau yang dikenal "steal the chicken at the drum tower" guna berebut mendapatkan ayam dan bebek yang digantung oleh pengantin baru di sebuah tiang di desa Inea Dong, Guizhou, China, 29 Januari 2017. REUTERS