Konferensi Pers mengenai aksi cepat dan langkah KKP dalam menindaklanjuti tragedi kandasnya MV Caledonia Sky di Raja Ampat, Jakarta, 15 Maret 2017. Kandasnya kapal disebabkan kapten kapal yang melihat GPS tanpa memperhitungkan pasang surut air laut. TEMPO/Yola Destria

Dirjen Pengelolaan ruang laut KKP Brahmantya Satya Murti Poerwadi Eko Jalmo Asmadi (kanan), dan Mzulficar Mochtar (kiri) dalam konferensi pers di Kementrian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, 15 Maret 2017. TEMPO/Yola Destria/Magang

Konferensi Pers mengenai aksi cepat dan langkah menindaklanjuti tragedi kandasnya MV Caledonia Sky di Raja Ampat, Jakarta, 15 Maret 2017. Kapal MV Caledonia Sky menghancurkan sekitar 1600 meter persegi terumbu karang di lokasi tersebut. TEMPO/Yola Destria/magang

Konferensi Pers mengenai aksi cepat dan langkah KKP dalam menindaklanjuti tragedi kandasnya MV Caledonia Sky di Raja Ampat, Jakarta, 15 Maret 2017. TEMPO/Yola Destria/magang

Dirjen Pengelolaan Ruang Laut, Brahmantya Satryamurti Poerwadi mengatakan akan melakukan gugatan secepatnya terhadap rusaknya terumbu karang di Raja Ampat, dalam konferensi pers di Kememterian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, 15 Maret 2017. Pemerintah juga akan memanggil pihak perusahaan pemilik kapal .TEMPO/YolaDestria/Magang