Media Asia Times, edisi 20 April 2017, menulis bahwa PT PAL dan DCNS telah menandatangani nota kesepahaman untuk memperluas kerjasama pembuatan kapal selam baru di Indonesia, pada 30 Maret 2017. Penandatangan ini dilakukan pada saat kunjungan Presiden Perancis, Francois Hollande ke Jakarta. AFP/HANDOUT

Nota kesepahaman kedua perusahaan pembuat kapal (PT PAL dan DCNS) bertujuan untuk membangun kapal selam serbaguna di Indonesia, dari generasi terbaru keluarga kelas Scorpene, yang dapat beroperasi di perairan dangkal dan perairan dalam. en.dcnsgroup.com

Pimpinan DCNS Herve Guillou, setelah menandatanganan nota kesepahaman, mengatakan bahwa DCNS berkomitmen membangun kemitraan jangka panjang dengan industri Indonesia (PT PAL) untuk meningkatkan konten industri berteknologi tinggi di Indonesia. Navaltoday.com menulis bahwa kapal perang kelas korvet dan fregat adalah program selanjutnya. naval.com.br

DCNS mengatakan bahwa kapal selam Scorpene dirancang untuk mengatasi pelayaran gelap dan pembajakan, karena itu Scorpene akan memberi TNI-AL solusi yang tepat dalam menghadapi pembajakan.Selain itu Scorpene diproyeksikan untuk melindungi laut teritorial dan zona ekonomi eksklusif suatu negara, serta mencegah potensi agresi. rtbf.be

Keunggulan Scorpene, menurut DCNS, adalah kapal selam ini dapat "melihat tanpa terlihat dan mengumpulkan informasi sensitif untuk mengantisipasi kemungkinan serangan di masa depan." Scorpene mampu menyelam dan tidak terdeteksi di perairan dalam untuk waktu yang lama. AFP/Mychele Daniau

Sebelum dengan PT PAL, DCNS telah bekerjasama dengan beberapa negara di Asia-Pasifik, seperti Malaysia, India, dan Australia. Malaysia memeiliki dua kapal selam Scorpene, India membeli dan membangun enam Scorpene, dan untuk Australia, DCNS menyiapkan 12 kapal selam kelas Shortfin Barracuda. AFP/Mychele Daniau