Tampak depan Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri 'Asali Fadlaailir Rahmah (Bi Ba'a Fadlrah) di Jl. Wakhid Hasyim, Ds. Sananrejo, Kec. Turen, Kab. Malang, Jawa Timur, Rabu (20/2). Pesantren megah setinggi 9 lantai ini dirancang sendiri oleh pengasuh pondok pesantren yaitu kyai Ahmad. TEMPO/Aris Novia Hidayat

Pengunjung berpose di salah satu sudut yang penuh ukiran unik, di Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri 'Asali Fadlaailir Rahmah (Bi Ba'a Fadlrah) di Jl. Wakhid Hasyim, Ds. Sananrejo, Kec. Turen, Kab. Malang, Jawa Timur, Rabu (20/2). TEMPO/Aris Novia Hidayat

Dua orang siswa melintas di depan pintu gerbang Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri 'Asali Fadlaailir Rahmah (Bi Ba'a Fadlrah) Jl. Wakhid Hasyim, Ds. Sananrejo, Kec. Turen, Kab. Malang, Jawa Timur, Rabu (20/2). Keunikan lain pesantren ini adalah dibangun tanpa menggunakan alat berat. TEMPO/Aris Novia Hidayat

Sejumlah pengunjung melihat ornamen pada bangunan Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri 'Asali Fadlaailir Rahmah (Bi Ba'a Fadlrah) di Kec. Turen, Kab. Malang, Jawa Timur, Rabu (20/2). Keunikan arsitektur bangunan pesantren ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengujung. TEMPO/Aris Novia Hidayat

Sejumlah siswa Taman Kanak-Kanak (TK) Al- Farabi bermain-main di salah satu sudut Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri 'Asali Fadlaailir Rahmah (Bi Ba'a Fadlrah) di Kec. Turen, Kab. Malang, Jawa Timur, Rabu (20/2). Selain sebagai pesantren, bangunan ini juga jadi obyek wisata bagi masyarakat sekitar. TEMPO/Aris Novia Hidayat

Bangunan berbentuk serupa pagoda dengan relief unik di pintu gerbang Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri 'Asali Fadlaailir Rahmah (Bi Ba'a Fadlrah) di Kec. Turen, Kab. Malang, Jawa Timur, Rabu (20/2). TEMPO/Aris Novia Hidayat