Warga adat Kampung Naga menunjukan surat untuk mencoblos di TPS Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (24/2). Warga yang memiliki hak pilih dari 108 KK yang menempati 113 bangunan di Kampung Naga mencoblos pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur. TEMPO/Prima Mulia

Pengayom masyarakat adat Kampung Naga, Bapak Ateng, menunjukan jarinya usai mencoblos di TPS Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (24/2). Warga yang memiliki hak pilih dari 108 KK yang menempati 113 bangunan di Kampung Naga mencoblos pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur. TEMPO/Prima Mulia

Warga adat Kampung Naga mencoblos di TPS Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (24/2). Warga yang memiliki hak pilih dari 108 KK yang menempati 113 bangunan di Kampung Naga mencoblos pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur. TEMPO/Prima Mulia

Warga adat Kampung Naga memasukan surat suara di TPS Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (24/2). Warga yang memiliki hak pilih dari 108 KK yang menempati 113 bangunan di Kampung Naga mencoblos pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur. TEMPO/Prima Mulia

Masyarakat adat Kampung Naga menunggu panggilan untuk mencoblos di TPS Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (24/2). Warga yang memiliki hak pilih dari 108 KK yang menempati 113 bangunan di Kampung Naga mencoblos pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur. TEMPO/Prima Mulia

Masyarakat adat Kampung Naga berjalan menuju TPS Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (24/2). Warga yang memiliki hak pilih dari 108 KK yang menempati 113 bangunan di Kampung Naga mencoblos pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur. TEMPO/Prima Mulia